OPRB Desa Balerante

Balerante 04 Agustus 2016 21:47:55 WIB

PROSEDUR TETAP ( PROTAP )
Pengurangan Resiko Bencana Desa Balerante

OPRB Desa Balerante
Organisasi Induk Balerante
Kecamatan Kemalang,Kabupaten Klaten
Provinsi Jawa Tengah

PROSEDUR TETAP PENGURANGAN RISIKO BENCANA ERUPSI MERAPI

( PROTAP PRB )

Jalur Barat

Desa Balerante

Kecamatan Kemalang Kabupaten KLaten

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Berbagai bencana yang melanda wilayah Pulau Jawa secara beruntun dan terus menerus dapat dijadikan indikasi bahwa wilayah Pulau Jawa pada dasarnya merupakan daerah yang dapat

dikategorikan sebagai kawasan rawan bencana, baik yang dikarenakan oleh alam maupun manusia serta berbagai dampak kemajuan teknologi.

Wilayah yang termasuk kawasan rawan bencana, terutama kerentanan terhadap ancaman

bencana erupsi merapi, maka dari itu diperlukan kesiapsiagaan yang tinggi dari aparat pemerintahan desa, organisasi/lembaga-lembaga kemasyarakatan di desa, serta masyarakat, dalam mengurangi, mencegah dan menanggulangi bencana yang terjadi. Bencana erupsi merapi terjadi karena magma yang ada dalam perut bumi didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi dan atau karena gerakan lempeng bumi, tumpukan tekanan dan panas cairan magma.

· Pancaran magma dari dalam bumi yang berasosiasi dengan arus konveksi panas

· Proses tektonik dari pergerakan dan pembentukan lempeng/ kulit bumi

· Akumulasi tekanan dan temperatur dari fluida magma menimbulkan pelepasan energi

Bahwa bencana dapat menghambat dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat maupun pelaksanaan pembangunan dan hasilnya, sehingga upaya-upaya Pengurangan Risiko Bencana perlu dilakukan secara terencana, terkoordinasi, terpadu, cepat dan tepat, untuk menunjang kelancaran pelaksanaan Pengurangan Risiko Bencana.

BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI, ANTARA LAIN :

A.1 SUMBER PENGHIDUPAN MASYARAKAT

A.1.1 ALAM

Dikategorikan RENTAN karena dekat dengan gunung merapi, pohon-pohon kurang terjaga, areal sawah dan beberapa permukiman penduduk berada dilokasi rawan bencana.

A.1.2 MANUSIA

Dikategorikan SEDANG karena tingkat kepedulian, swadaya dan motivasi masyarakat cukup tinggi, namun dalam persiapan menghadapi situasi darurat masih kurang.

A.1.3 SOSIAL

Dikategorikan SEDANG karena gotong royong dan tolong-menolong masih kuat dan terjaga dengan baik serta organisasi kemasyarakatan di desa berfungsi dengan baik.

A.1.4 EKONOMI

Dikategorikan SEDANG karena adanya lembaga pinjaman dana di desa yang

memberikan kemudahan akses pinjaman bagi masyarakat, sumber daya alam sangat mendukung perekonomian masyarakat, dan masyarakat kurang memiliki persediaan cadangan pangan yang memadai dalam keadaan darurat di desa.

A.1.5 FISIK

Dikategorikan SEDANG karena lokasi fasilitas umum sudah dibangun di daerah yang aman dari bencana, dan fasilitas kesehatan dan sarana pendukung kesehatan cukup memadai, namun akses jalan aman digunakan sebagai jalur evakuasi, namun kondisinya kurang baik dan terpelihara

 

A.2 KETAHANAN MASYARAKAT

A.2.1 TATA PEMERINTAHAN

Dikategorikan SEDANG karena belum ada Peraturan Desa mengenai Pengurangan Risiko Bencana di desa masih dalam rencana penyusunan, namun dukungan organisasi/ kelompok masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana dan tanggap darurat di desa cukup baik.

A.2.2 PENGKAJIAN RISIKO

Dikategorikan SEDANG karena kegiatan pengkajian bahaya/risiko mengenai kebencanaan dilakukan cukup rutin dan melibatkan masyarakat dan tenaga ahli (pusatvulkanologi dan mitigasi bencana gunung merapi), serta pemantauan ancaman dilakukan secara terus-menerus.

A.2.3 PENGETAHUAN DAN PENDIDIKAN

Dikategorikan SEDANG karena adanya sosialisasi mengenai kesiapsiagaan di tingkat masyarakat maupun ditingkat sekolah, serta tingginya kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana di wilayahnya.

A.2.4 MANAJEMEN RISIKO DAN PENGURANGAN KERENTANAN

Dikategorikan RENTAN karena belum adanya dana bencana serta cadangan pangan yang dimiliki masyarakat untuk dapat dipergunakan jika sewaktu-waktu terjadi bencana

A.2.5 KESIAPSIAGAAN DAN TANGGAP DARURAT

Dikategorikan SEDANG karena sudah tersedianya fasilitas kedaruratan di desa dan

cukup memadai jika sewaktu-waktu terjadi bencana, serta kelompok atau lembaga

masyarakat yang memberi pengetahuan mengenai kesiapsiagaan dan tanggap bencana

ditingkat masyarakat sedang dalam tahap pembentukan dan pengesahan.

 

B. ANCAMAN BENCANA

Bencana merupakan peristiwa yang sulit dielakkan, namun dapat diupayakan untuk

memperkecil atau meminimalkan akibat yang ditimbulkan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk melindungi diri dari berbagai ancaman bencana. Namun secara tidak sadar, sering kali akibat ulah manusia sendiri yang membuat atau memicu terjadinya bencana tersebut, yang pada akhirnya menimpa masyarakat dan menimbulkan korban jiwa, harta benda dan kerusakan Lingkungan.

D. MAKSUD DAN TUJUAN

a.Maksud disusunnya Prosedur Tetap Pengurangan Risiko Bencana, yang selanjutnya disebut Protap PRB ini adalah agar dapat memberikan gambaran tentang tugas pokok dan fungsi serta tata kerja Pengurangan Risiko Bencana di desa kepada segenap aparatur pemerintahan desa, dan segenap unsur organisasi/lembaga kemasyarakatan di desa serta anggota masyarakat.

b. Tujuan disusunnya Protap PRB ini adalah agar segenap komponen pemerintahan desa, dan segenap unsur organisasi/lembaga kemasyarakatan di desa serta masyarakat, dapat lebih mengetahui dan memahami cakupan tugasnya pada setiap tahapan pelaksanaan penanggulangan kebencanaan, di dalam mendukung tugas pokok dan fungsi dari Organisasi Penanggulangan Risiko Bencana yang ada di desa.

E. PENGERTIAN

1.  Prosedur Tetap adalah kegiatan satuan sifatnya berulang atau rutin tapi belum diatur tata laksananya melalui perintah atau petunjuk tertentu.

2. Protap PRB Desa adalah suatu kumpulan ketentuan yang memberikan metoda yang harus diikuti oleh segenap komponen pemerintahan desa, dan segenap unsur organisasi kemasyarakatan di desa serta masyarakat di dalam setiap tahapan penanggulangan kebencanaan (sebelum, pada saat dan sesudah bencana).

3. Manajemen Pengurangan Risiko Bencana di Desa adalah proses kegiatan Pengurangan Risiko Bencana yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan oleh aparat pemerintah di desa dan partisipasi masyarakat secara swadaya aktif, sebagai upaya perlindungan masyarakat secara berdaya guna dan berhasil guna.

4. Partisipasi masyarakat adalah peran serta secara aktif anggota maupun lembaga kemasyarakatan yang secara fungsional mendukung pelaksanaan Pengurangan Risiko Bencana secara terencana.

5. Organisasi Penanggulangan Risiko Bencana (OPRB) adalah kelompok masyarakat yang dibentuk dalam rangka mengkoordinasikan upaya-upaya Pengurangan Risiko Bencana berbasis masyarakat di desa untuk mewujudkan masyarakat yang siap siaga terhadap bencana, serta mampu berfungsi membantu masyarakat dalam menanggulangi maupun memperkecil atau mengurangi akibat dan dampak bencana yang mungkin terjadi di wilayahnya.

6.  mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan

7. Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin ribut, dan tanah longsor.

8. Bencana non-alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwanon-alam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.

9. Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau antar komunitas masyarakat, dan teror.

10. Penyelenggaraan Pengurangan Risiko Bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi.

11. Kegiatan pencegahan bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan sebagai upaya untuk menghilangkan dan/atau mengurangi ancaman bencana

12. Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk   mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah  yang tepat guna dan berdaya guna.

13. Peringatan dini adalah serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang.

14.Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

15. Tanggap darurat bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan, yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan Sarana

16. Rehabilitasi adalah perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik ataumasyarakat sampai tingkat yang memadai pada wilayah pasca bencana dengan sasaranutama untuk normalisasi atau berjalannya secara wajar semua aspek pemerintahan dankehidupan masyarakat pada wilayah pasca bencana.

17. Rekonstruksi adalah pembangunan kembali semua prasarana dan sarana, kelembagaan ada wilayah pasca bencana, baik pada tingkat pemerintahan maupun masyarakat dengan sasaran utama tumbuh dan berkembangnya kegiatan perekonomian, sosial dan budaya,tegaknya hukum dan ketertiban, dan bangkitnya peran serta masyarakat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat pada wilayah pasca bencana.

18. Ancaman bencana adalah suatu kejadian atau peristiwa yang bisa menimbulkan bencana.

19. Rawan bencana adalah kondisi atau karakteristik geologis, biologis, hidrologis, klimatologis,geografis, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan teknologi pada suatu wilayah untuk jangka waktu tertentu yang mengurangi kemampuan mencegah, meredam, mencapai kesiapan,dan mengurangi kemampuan untuk menanggapi dampak buruk bahaya tertentu

20. Pemulihan adalah serangkaian kegiatan untuk mengembalikan kondisi masyarakat dan lingkungan hidup yang terkena bencana dengan memfungsikan kembali kelembagaan,prasarana, dan sarana dengan melakukan upaya rehabilitasi.

21. Risiko bencana adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu wilayah dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan kegiatanmasyarakat.

22. Bantuan darurat bencana adalah upaya memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar pada saat keadaan darurat

23. Status keadaan darurat bencana adalah suatu keadaan yang ditetapkan oleh Pemerintahuntuk jangka waktu tertentu atas dasar rekomendasi Badan yang diberi tugas untuk menanggulangi bencana.

24. Pengungsi adalah orang atau kelompok orang yang terpaksa atau dipaksa keluar dari tempat tinggalnya untuk jangka waktu yang belum pasti sebagai akibat dampak buruk bencana.

25. Setiap orang adalah orang perseorangan, kelompok orang, dan/atau badan hukum.

26. Korban bencana adalah orang atau sekelompok orang yang menderita atau meninggal dunia akibat bencana.

BAB II

PROSEDUR TETAP PENGURANGAN RISIKO BENCANA ERUPSI MERAPI

( PROTAP PRB )

A.MEKANISME UMUM PROSEDUR TETAP PENGURANGAN RISIKO BENCANA

Prosedur Tetap Pengurangan Risiko Bencana (Protap PRB), meliputi kegiatan Pengurangan Risiko Bencana baik tahap sebelum terjadi bencana, pada saat terjadi bencana, dan setelah terjadi bencana.

Pelaksanaan Pengurangan Risiko Bencana di tingkat desa dilaksanakan oleh OrganisasiPenanggulangan Risiko Bencana ( OPRB ) pada setiap tahapan Pengurangan Risiko Bencana ( sebelum, saat dan sesudah bencana ), yang mencakup kegiatan mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, pemulihan ( rehabilitasi dan rekonstruksi ), dan pembangunan berkelanjutan.

Organisasi Penanggulangan Risiko Bencana ( OPRB ) bertindak sebagai Pelaksana dalam

Pemerintah desa dalam hal ini Kepala Desa bertindak sebagai Penanggung jawab, di dalamsetiap tahapan Pengurangan Risiko Bencana di tingkat desa (sebelum, saat, dan sesudah bencana).Sebelum terjadi bencana, kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana dilaksanakan oleh Organisasi Penanggulangan Risiko Bencana (OPRB), dengan melibatkan seluruh komponen komponen di desa (pemerintah desa, organisasi/lembaga kemasyarakatan, tokoh-tokoh) dan masyarakat, sebagai upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan masyarakat dalam mencegah, mengurangi risiko dan menanggulangi akibat dan dampak dampak yang ditimbulkan dari bencana.

Pada saat bencana terjadi, tanggap darurat dilaksanakan oleh Organisasi Penanggulangan Risiko Bencana ( OPRB ) secara bersama-sama, dan melibatkan seluruh komponenkomponen di desa dan masyarakat dan instansi terkait. Pelaksanaan Pengurangan Risiko Bencana pada saat bencana terjadi, dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip-prinsip cepat tanggap dan tepat tindak.

Setelah bencana terjadi, Organisasi Penanggulangan Risiko Bencana ( OPRB ) sesuai tugas pokok dan fungsinya, secara bersama-sama dibantu dan didukung dengan seluruh komponen-komponen di desa ( pemerintah desa, organisasi/lembaga kemasyarakatan, tokoh-tokoh kemasyarakatan ), masyarakat serta unsur teknis terkait lainnya melaksanakan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi. Koordinasi keterpaduan kegiatan dan anggaran dilaksanakan oleh Kepala Desa, bersama-sama dengan BPD, OPRB dan seluruh komponen

masyarakat di tingkat desa.

B. PROSEDUR TETAP PENGURANGAN RISIKO BENCANA ( PROTAP PRB ) SEBELUM BANCANA

1. Kesiapsiagaan

Pemerintah

1. Update Informasi status
2. Sosialisasi sampai ke tingkat basis
3. Kordinasi Lintas Sektor
4. Penyiapan sistem manajemen pengungsi an
5. Peningkatan fasilitas pendukung Pengurangan Risiko Bencana
6. Simulasi PRGA terkordinasi lintas kecamatan/desa
7. Pemetaan hazard zone
1. Update Informasi status
2. Sosialisasi sampai ke tingkat basis
3. Kordinasi Lintas Sektor
4. Penyiapan sistem manajemen pengungsi an
5. Peningkatan fasilitas pendukung Pengurangan Risiko Bencana
6. Simulasi PRGA terkordinasi lintas kecamatan/desa

 Pemetaan hazard zone

Masyarakat

1. Mendapatkan informasi status
2. Meneruskan informasi ke tingkat masyarakat
3. Persiapan dini dimulai dari lingkungan keluarga ( Jiwa, harta benda dan ternak )
4. Informasi mekanisme manajemen pengungsian ( titik kumpul, jalur dan sarana
5.transportasi dll )
6. Simulasi Desa

 Peta Rawan Gunung Api tingkat Desa

Kelompok Peduli

1. Forum Gunung Api
2. Radio Komunitas
3. Pengkoordinasian Dana Kesiapsiagaan
4. Tim Relawan Siaga Bencana
5. Sistem PRB
 

Individu

1. Mengetahui tentang karakter, tanda tanda alam dan ancaman
2. Selalu memantau perkembangan informasi status gunung api  BPPTK
3. Pastikan jalur evakuasi telah diketahui
4. Patuhi arahan petugas dan rambu-rambu evakuasi
5. Siapkan dan arahkan kendaraan kearah jalan
6. Ungsikan diri dan keluarga saat status awas diberlakukan
7. Ungsikan ternak
8. Membawa perlengkapan seperlunya yang telah disiapkan
 

2. Sistem Peringatan Dini

Pemerintah

1. EWS di tiap titik pos pengamatan
2. Kordinasi Lintas Sektoral

Masyarakat

1. Perhatikan Tanda tanda alam
2. Informasi melalui HT
 Informasi dari perangkat Desa
 

3. Pengorganisasian masyarakat

Pemerintah

1. Memprakarsai pembentukan tagana
2. Pelatihan dan simulasi ( Kesbangpolinmas dan PBD )
3. Memfasilitasi Skenario/ mekanisme PRB Gunung Api ( DINAS, Camat dan Desa ) –Rencana Kontijensi-
 

Masyarakat

1. TAGANA
2. Relawan Siaga Bencana
3. Pembentukan OPRB Desa
 

Kelompok Peduli

1. Pelatihan PRB Gunung Api
2. Simulasi
 

SAAT TERJADI BENCANA

1. Tanggap Darurat

Pemerintah

1. Penyediaan Area Evakuasi, Logistik, Transport, Kesehatan dll
2. Pemulihan psikologis ( Trauma Healing )
 

Masyarakat

1. Skenario bencana dilaksanakan
2. patuhi petunjuk dari petugas yang berwenang
3. masyarakat mulai berkelompok ( RW-RT-KK )
4. Kesadaran masyarakat ( identifikasi kelompok dan dilaporkan ke   yang berwenang )
5. Memindahkan hewan ternak ketempat yang telah disiapkan

Kelompok Peduli

 Pemulihan psikologis ( Trauma Healing )
 

2. Evakuasi

Pemerintah

1. Penyiapan transportasi

2. Melaksanakan skenario jalur evakuasi sesuai rencana
3. Mempersiapkan lokasi yang akan dituju
 

Masyarakat

1. Patuh terhadap pihak berwenang
2. Usahakan selalu berkelompok
3. Tidak panik
4. Membawa barang yang telah disiapkan ( obat obatan, sandang dan pangan seadanya,barang berharga yang dirasa perlu )
5. Telepon

Kelompok Peduli

1. Relawan evakuasi

2. Evakuasi

Pemerintah

1. Penyiapan transportasi
2. Melaksanakan skenario jalur evakuasi sesuai rencana
3. Mempersiapkan lokasi yang akan dituju
 

Masyarakat

1. Patuh terhadap pihak berwenang
2. Usahakan selalu berkelompok
3. Tidak panik
4. Membawa barang yang telah disiapkan ( obat obatan, sandang dan pangan seadanya,barang berharga yang dirasa perlu )
1. Telepon

Kelompok Peduli

1. Relawan evakuasi
 

Individu

1. Jangan panik, patuhi arahan dari petugas
2. Menuju ketitik kumpul yan telah ditentukan
3. Kenakan pakaian yang dapat melindungi diri  Gunakan masker dan pelindung mata
4. Hindari aliran sungai, lereng gunung, lembah, aliran lahar  Hindari ruang terbuka, lindungi diri dari abu letusan
 

1. Pemulihan Dini

Pemerintah

1. Mengkoordinir dana pemulihan
2. Identifikasi kondisi setelah erupsi ( korban, sarana prasana, mata pencarian dll )
3. Perencanaan pemulihan
4. Penyediaan Huntara/ shelter/ jadup dll.
5. Penyediaan sarana prasarana dasar untuk mendukung rehab rekon ( air dan listrik )
6. Revisi RPJM Des
7. Pendampingan psikologis
 

SESUDAH BENCANA

Masyarakat

1. Berkoordinasi atau berkelompok atau padat karya membersihkan kampung/ rumah
    (untuk kondisi debu vulkanik atau lahar dingin ringan)
2. Mengidentifikasi aset mulai dari rumah –RT-RW-dusun
3. Mendukung review RPJM Des/ Tata ruang
4. Berencana untuk dapat berproduksi kembali
 

Kelompok Peduli  ( Sesudah Bencana  )

1. Mendukung kegiatan pemulihan
2. Pendampingan psikologis
3. Pendampingan shelter
4. Pendampingan penyediaan air bersih dan listrik

2. Rehab Rekons

Pemerintah

1. Perbaikan infrastruktur
2. Pemulihan perekonomian
3. Pembangunan rumah yang terkena dampak
4. Pemulihan sosial ( Trauma healing/ pranata social )
5. Peningkatan kapasitas
6. Penataan kawasan lingkungan/ permukiman
 

Masyarakat

1. Gotong royong/ padat karya
2. Mendukung program pemerintah
3. Mengikuti pelatihan (kebencanaan/ kawasan lingkungan/ livelihood)
4. Penguatan lembaga lokal (BKM/TPK)
5. Relawan dalam penataan kembali kawasan/ lingkungan/ permukiman

Kelompok Peduli

1. Gotong royong
 

Individu

1. Tetap gunakan masker dan pelindung mata
2. Jauhi wilayah yang terkena hujan abu
3. Jauhi wilayah aliran lahar dingin
4. Bersihkan atap rumah dan bak penampung air dari timbunan abu
 

BAB III

STRUKTUR ORGANISASI

ORGANISASI PENANGGULANGAN RISIKO BENCANA   ( OPRB )

DI JALUR BARAT

KEC.KEMALANG, KAB. KLATEN, PROV. JAWA TENGAH

Untuk membantu pemerintah desa, dalam hal ini Kepala Desa Balerante selaku Penanggung jawab dalam penyelenggaraan Pengurangan Risiko Bencana di tingkat Jalur, maka dibentuk Organisasi Penanggulangan Risiko Bencana ( OPRB ) DESA BALERANTE.

                                                                  BAB IV

                                                     TUGAS POKOK DAN FUNGSI

                                    ORGANISASI PENANGGULANGAN RISIKO BENCANA ( OPRB )

A.TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI PENANGGULANGAN RISIKO BENCANA ( OPRB ) DESA BALERANTE

1.Mengikuti pelatihan dan pendidikan pengurangan risiko dan Pengurangan    Risiko Bencana.

2.Membuat/menyusun perencanaan untuk mengurangi dampak bencana yang mungkin terjadi di wilayahnya.

3.Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan Pengurangan Risiko Bencana secara terpadu.

4.Memberikan pedoman dan pengarahan terhadap usaha Pengurangan Risiko Bencana yang meliputi mitigasi, kesiapsiagaan, rehabilitasi, rekonstruksi dan pembangunan berkelanjutan.

5.Melaksanakan kegiatan Pengurangan Risiko Bencana di wilayahnya.

6.Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan pemerintah setempat, serta instansi-instansiTerkait.

 

B. Fungsi OPRB Desa Balerante adalah :

Mengkoordinasikan, mengintegrasikan dan mensinkronisasikan seluruh sumber-sumber yang dimiliki oleh masyarakat di setiap tahapan Pengurangan Risiko Bencana ( sebelum, saat, dan sesudah bencana ) , yang meliputi mitigasi, kesiapsiagaan, rehabilitasi, rekonstruksi serta pembangunan berkelanjutan untuk menanggulangi bencana yang dihadapi bersama.

2. TUGAS POKOK DAN TANGGUNG JAWAB ORGANISASI PENANGGULANGAN RISIKO BENCANA ( OPRB ) DESA BALERANTE

Bertugas :

1. Memberikan nasehat dalam pelaksanaan Penanggulangan Risiko Bencana ( OPRB )

PENANGGUNG JAWAB :

Bertugas :

1.   Bertanggung jawab memberikan dukungan kebijakan, sarana untuk Organisasi Penanggulangan Risiko Bencana ( OPRB ).

2.   Bertanggung jawab dalam mengkoordinir penggerakan masyarakat.

3.   Bertanggung jawab mengembangkan, memperbarui dan menyebarluaskan informasi risikobencana kepada masyarakat.

4.   Bertanggung jawab dalam menindaklanjuti hasil kegiatan Organisasi Penanggulangan RisikoBencana (OPRB) bersama unsur desa yang lain.

5.   Bertanggung jawab dalam pembinaan untuk terselenggaranya Organisasi PenanggulanganRisiko Bencana (OPRB) secara berkesinambungan.

 

KOORDINATOR UMUM OPRB

Bertugas :

1.   Mendukung setiap kegiatan dari semua Seksi Organisasi Penanggulangan Risiko Bencana ( OPRB ) di Desa Balerante

2.   Bertanggungjawab atas setiap pemecahan masalah.

3.   Memenuhi kebutuhan organisasi di setiap tahap Pengurangan Risiko Bencana

 

KOORDINATOR SEKSI-SEKSI

Bertugas :

1.   Mendukung setiap kegiatan berdasarkan bagian tugas khusus yang dirinci menjadi sub-sub bagian, yang      secara tanggungjawab saling berkaitan.

2.   Bertanggungjawab atas setiap pemecahan masalah berdasar bagian yang dikoordinasi.

3.   Memenuhi kebutuhan bagian dari yang dikoordinasi.

4.   Mengatur dan berkoordinasi dengan antar Koordinator Seksi maupun Koordinator Umum.

5.   Memecahkan masalah yang dihadapi anggota Seksi di bawahnya secara bersama-sama.

6.  Menjalin kerjasama yang baik di setiap tahap Pengurangan Risiko Bencana secara menyeluruhpada setiap elemen struktur organisasi.

7.   Melatih kemampuan diri di dalam pelaporan, berkoordinasi dengan semua elemen kebencanaan, baik antar Seksi, kepada Koordinator Umum, maupun elemen-elemen pemerintah, seperti : Pemerintah desa, BPBD dll

 

 STRUKTUR ORGANISASI KSB/ OPRB : Desa BALERANTE

No Jabatan Nama Alamat CP
1 PELINDUNG                                  1.Kepala Desa    
2 PEMBINA                                     1.Basuki    
3 KORRDINATOR UMUM

1.Jainu

2.Sutami

Gondang

Kaligompyong

085799576616

0857

4 Kor.Lapangan

1.Barjo Wiyono

2.Bibit Eko P

3.Purwo Widodo

4.Sukamdi

5.Riyadi

6.Didik Suparno

7.Slamet Nuriyanto

Sambungrejo

Gondang

Balerante

Balerante

Balerante

Tegalweru

Tegalweru

 
 Ketua Umum

1.Sukamto

2.Mulyanto 

 Bendosari

Sukorejo

 
 6  Sekretaris

1.Jatmika

2.Darwono

Balerante

Gondang 

 
 7  Bendahara

1.Basiyo

2.Sri Sulastri

Guwosari

Balerante

 
 8  Seksi Humas dan Dokumentasi

1.Yono

2.Gunandi

3.Suparno

4.Sugino

Sukorejo

Balerante

Bendorejo

Pusung

 
9 Seksi Evakuasi

1.Sumbuk

2.Ngadimin

3.Sugeng

4.Sriyono

Ngipiksari

Banjarsari

Balerante

Banjarsari

 
10 Seksi Transportasi

1.Yadiman

2.Surandi

Ngipiksari

Balerante

 
11 Seksi Pendataan

1.Barjo Wiyono

2.Dame

3.Tomo Yoso

4.Siswanto

5.Nyaryati

6.Tumino

7.Cahyono

 

Sambungrejo

Sukorejo

Banjarsari

Balerante

Balerante

Kaligompyong

Pusung

 

 
 12  Sksi Dapur Umum

1.Jumilah

2.Yatmi

3.Jumadi

4.Sulastri

Balerante

Balerante

Balerante

Balerante

 
13 Seksi Logistik

1.Wardoyo

2.Tomo Yoso

3.Suyanto

4.Didik Suparno

Sambungrejo

Banjarsari

Banjarsari

Tegalweru

 
14 Seksi Sarpras

1.Sunyoto

2.Parsih

3.Wiro Paimin

4.Suprihono

Banjarsari

Balerante

Balerante

Bendosari

 
15 Seksi Kesehatan

1.Farida Irawati

2.Jemingan

3.Nyoto Prawiji

Balerante

Ngelo

Balerante

 
 16  Seksi Keamanan

1.Sudaryanto

2.Siwi

Ngipiksari

Tegalweru

 

 

 

 

 

 

Komentar atas OPRB Desa Balerante

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Sistim Informasi Desa ( SID ) Desa Balerante

© 2006-2016 Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) yang digunakan dalam situs ini dibangun oleh 'Lumbung Komunitas" dari COMBINE Resource Institution sejak 2009. Sistem ini dikelola dengan merujuk pada lisensi GNU GENERAL PUBLIC LICENSE Version 3

Peta

Lokasi Balerante

tampilkan dalam peta lebih besar