Pembangunan Kawasan Perdesaan

Balerante 13 April 2019 12:40:50 WIB

    

RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

(RPKP)

 

KAWASAN PERDESAAN

“WISATA ALAM LERENG MERAPI”

KECAMATAN KEMALANG

KAB. KLATEN, PROV. JAWA TENGAH

  

TAHUN 2019-2023

  

 

DESA BALERANTE – DESA BUMIHARJO – DESA SIDOREJO

  

RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

(RPKP)

 KAWASAN PERDESAAN “WISATA ALAM LERENG MERAPI”

KECAMATAN KEMALANG

KAB. KLATEN, PROV. JAWA TENGAH

TAHUN 2019-2023

 

DESA BALERANTE – DESA BUMIHARJO – DESA SIDOREJO

 

KATA PENGANTAR

 

          Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya dengan rahmat-Nyalah kami akhirnya bisa menyelesaikan penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) “Wisata Alam Lereng Merapi” Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten Tahun 2019-2023.

          Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Bupati Klaten Nomor 050/467 Tahun 2017 tentang Lokasi Pembangunan Kawasan Perdesaan di Kabupaten Klaten, dan disusun sebagai rencana pembangunan jangka menengah yang berlaku selama 6 (enam) tahun. RPKP disusun guna menjadikan referensi bagi pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dalam rangka mendukung pembangunan kawasan perdesaan dalam upaya mempercepat tercapainya kesejahteraan masyarakat perlu adanya program yang terkonsep, terpadu dan berkesinambungan berbasis masyarakat yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) “Wisata Alam Lereng Merapi” Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten Tahun 2019-2023.

          RPKP ini bisa tersusun atas bantuan berbagai pihak, untuk itu kami sampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya. Semoga RPKP ini bermanfaat bagi para pemangku kepentingan.

 

Klaten, ... Agustus 2018

 

 

Penyusun

DAFTAR ISI

 

 

BAB I       PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Tujuan Pembangunan Kawasan
  3. Landasan Hukum

BAB II      DESKRIPSI KONDISI KAWASAN PERDESAAN

  1. Fisik Dasar
  2. Sosial Budaya dan Kependudukan
  3. Ekonomi
  4. Sarana dan Prasarana

BAB III     DELINEASI DAN SUSUNAN FUNGSI KAWASAN

  1. Delianeasi Kawasan
  2. Susunan Fungsi Kawasan

BAB IV     KLASTER DAN SASARAN KLASTER

  1. Klaster Komoditas
  2. Klaster Pendukung

BAB V      MODEL SINERGISME PEMBANGUNAN KAWASAN

  1. Analisis Klaster
  2. Kerangka Sistem

BAB VI     MATRIKS PROGRAM DAN KEGIATAN

 

LAMPIRAN

  1. Peta Delineasi Kawasan Perdesaan
  2. Peta Delineasi dan Susunan Fungsi Kawasan Perdesaan
  3. Peta Orientasi Lokasi
  4. Surat Usulan Kawasan Perdesaan
  5. Surat Penetapan TKPKP Kawasan
  6. Surat Penetapan Kawasan Perdesaan
  7. Berita Acara Kesepakatan Model dan Tujuan Bersama Pembangunan Kawasan

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

A.  Latar Belakang

Kecamatan Kemalang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Klaten yang wilayahnya terdiri dari 13 desa (Keputran, Kemalang, Tangkil, Bumiharjo, Tlogowatu, Tegalmulyo, Sidorejo, Kendalsari, Balerante, Panggang, Dompol, Talun, dan Bawukan). Luas Kecamatan Kemalang adalah 5.166 Ha, jumlah penduduknya 36.784 jiwa, dengan mata pencaharian mayoritas adalah petani, peternak dan buruh. Dan potensi sumberdaya alam yang potensial adalah pasir (galian C). Adapun produk unggulannya adalah durian, nangka dan rambutan. Kemalang yang terletak di lereng Gunung Merapi juga menyimpan potensi pemandangan alam (view) yang menarik untuk dijadikan obyek wisata.

Kecamatan Kemalang berada pada 110o28’ hingga 110o31’ bujur timur dan pada 7o35’ hingga 7o39’ lintang selatan. Kecamatan ini berada pada ketinggian antara 300 hingga 1000 meter diatas permukaan laut. Letaknya di arah utara dari ibukota Kabupaten Klaten dengan jarak kurang lebih 17 km dan berjarak 111 km dari ibukota Provinsi Jawa Tengah.

Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa dan peraturan turunannya banyak menjelaskan seluk beluk tentang desa dan pembangunan desa. Pembangunan desa bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui penyediaan pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

Pembangunan Perdesaan secara umum menghadapi masalah-masalah, antara lain: a) belum optimalnya kebijakan dan program-program dari berbagai sektor yang berpengaruh baik langsung maupun tidak langsung terhadap kehidupan masyarakat perdesaan, b) belum optimalnya koordinasi antar pemerintah desa dan kabupaten serta belum berkembangnya mekanisme koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk K/L dalam pembangunan perdesaan serta belum optimalnya keberpihakan dari kepemimpinan lokal dan kelembagaan pemerintahan baik dipusat maupun di daerah dalam pembangunan perdesaan. Berkenaan dengan permasalahan tersebut maka arah kebijakan pembangunan adalah dengan memperkuat kemandirian desa sebagai wilayah produksi, serta meningkatkan daya tarik perdesaan melalui peningkatan kesempatan kerja, kesempatan berusaha dan pendapatan seiring dengan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan lingkungan.

Untuk melakukan percepatan pembangunan sebagian wilayah perdesaan melalui pembangunan kawasan perdesaan, pembangunan kawasan perdesaan dilakukan karena adanya perkembangan sebagian wilayah tidak secepat perkembangan wilayah lainnya, atau satu kawasan memiliki potensi pertumbuhan yang cukup besar dan memerlukan dorongan ekstra dari pemerintah pusat atau daerah. Pasal 83 UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa menyebutkan bahwa kawasan perdesaan merupakan perpaduan pembangunan antar-Desa dalam 1 (satu) kabupaten yang dilaksanakan dalam upaya mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayana, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa di kawasan Perdesaan melalui pendekatan pembangunan partisipatif.

Kawasan perdesaan di Kecamatan Kemalang terdiri dari 3 (tiga) desa yaitu Bumiharjo, Balerante, Sidorejo. Beberapa desa tersebut memiliki karakteristik dan potensi yang sama dengan permasalahan yang sama untuk diselesaikan. Kawasan perdesaan mendorong keterikatan antar desa dalam satu kawasan atau antar kawasan perdesaan, dengan menyiapkan kelembagaan dan rencana pembangunan kawasan.

        Pembangunan kawasan perdesaan dilaksanakan dalam batas fungsional dan atau wilayah administratif. Isu-isu diangkat dalam pembangunan kawasan perdesaan antara lain rural-urban linkage, lapangan pekerjaan, infrastruktur, serta sinergitas antar sektor pasar dan masyarakat dengan dukungan dana dari APBN berupa dana perimbangan dan APBD yang dialokasikan pada masing-masing sektor. Pembangunan kawasan perdesaan dilakukan dengan memperhatikan kearifan lokal dan eksistensi masyarakat hukum adat, serta tidak berpeluang untuk menimbilkan konflik kepentingan. Pembangunan desa dan kawasan perdesaan secara komprehensif merupakan faktor penting bagi pembangunan daerah, pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan wilayah. Kesenjangan ini pada akhirnya menimbulkan permasalahan yang dalam konteks makro sangat merugikan proses pembangunan yang ingin di capai. Ketidakseimbangan pembangunan antar wilayah sering kali terjadi akibat terpusatnya distribusi dan alokasi pemanfaatan sumberdaya yang berlebihan pada wilayah tertentu yang menjadi pusat-pusat pertumbuhan sehingga menyebabkan makin lemahnya kawasan hinterland. Hal ini akan menciptakan inesfisiensi dan tidak optimalnya system ekonomi bahkan sangat berpotensi menyebabkan konflik sosial. Sehingga kemiskinan di wilayah perdesaan ahkirnya mendorong terjadinya migrasi penduduk ke perkotaan sehingga kota dan pusat-pusat pertumbuhan menjadi melemah dan inefisiensi dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat serta yimbulnya masalah sosial, ekonomi dan lingkungan yang semakin komplek dan sulit di atasi. Oleh karena itu arah kebijakan utama pembangunan wilayah nasional difokuskan untuk mempercepat pengurangan kesenjangan pembangunan.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa diharapkan dapat menjadi salah satu solusi terhadap permasalahan kesenjangan antara kota dan desa. Karena tujuan dari lahirnya undang-undang ini antara lain adalah untuk memajukan perekonomian masyarakat di pedesaan, mengatasi kesenjangan pembangunan kota dan desa, memperkuat peran penduduk desa dalam pembangunan serta meningkatkan pelayanan publik bagi warga masyarakat.

Tahun 2015 adalah tahun pertama dilaksanakanya UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Kehadiran Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mempunyai mandat untuk menjalankan NAWACITA Jokowi-JK, Khususnya NAWACITA ketiga yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa. Dalam UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa juga disebutkan bahwa: Pembangunan Kawasan Perdesaan adalah pembangunan antar Desa yang dilaksanakan dalam upaya mempercepat meningkatkan kualitas pelayanan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa melalui pendekatan partisipatif yang ditetapkan oleh bupati/walikota. Sedangkan yang dimaksud kawasan perdesaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan sumberdaya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagi tempat pemukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Oleh karena itu penetapan kawasan perdesaan sangat penying dilakukan untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Pelaksanaan kawasan perdesaan yang dilakukan di Kabupaten Klaten, dari hasil kajian tentang kawasan perdesaan di masyarakat khususnya di Kecamatan Kemalang yaitu Desa Bumiharjo, Desa Sidorejo, dan Desa Balerante. Masalah utama yang di hadapi ketiga desa tersebut yaitu pada infrastruktur dan ketersediaan air yang kurang memadai untuk usaha Pariwisata. Sedangkan potensi sumber daya alam yang dimiliki kawasan perdesaan berpusat pada usaha “pariwisata“ yaitu dengan tema kawasan perdesaan “Wisata Alam Lereng Merapi“.

 

B.  Tujuan Pembangunan Kawasan

Pembangunan kawasan perdesaan dilaksanakan dalam upaya mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dikawasan perdesaan melalui pendekatan partisipatif dan merupakan perpaduan pembangunan antar-desa dalam satu kabupaten/kota. Secara garis besar perencanaan pembangunan kawasan yang ada dikabupaten Klaten juga tersirat dalam RPJMD kabupaten Klaten periode 2016 sampai 2021.

Visi sebagaimana diamanatkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang system Perencanaan Pembangunan nasional, khususnya dalam pasal 1 angka 12 disebutkan bahwa visi merupakan rumusan umum mengenai keadaan yang di inginkan pada akhir perencanaan. Sehingga rumusan visi pembangunan Nasional Tahun 2005-2025 sebagaimana yang tertuang dalam undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang rencana pembangunan jangka panjang nasional tahun 2005-2025 adalah “Indonesia yang Maju, Mandiri, Adil dan Makmur”.

Visi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sesuai peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Panjang Daerah Provinsi Jawa tengah Tahun 2005-2025 dengan Visi “Jawa Tengah yang Maju, Sejahtera dan Lestari”.

Visi Pembangunan Daerah Kabupaten Klaten dalam RPJPD Tahun 2005-2025 sebagaimana tertuang dalam peraturan Daerah Kabupaten Klaten Nomor 7 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Klaten Tahun 2005-2025 adalah “Terwujudnya Masyarakat Klaten Sejahtera yang Berketuhanan, Cerdas, Mandiri dan Berbudaya”.

Misi Pembangunan Kabupaten Klaten sebagaimana yang tercantum dalam peraturan Daerah Kabupaten Klaten Nomor 7 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Klaten Tahun 2005-2025 Kabupaten Klaten Tahun 2005-2025 adalah sebagai berikut:

  1. Mewujudkan Sumberdaya Manusia (SDM) dalam mendukung keberadaan masyarakat klaten yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cerdas, sehat dan berbudaya.
  2. Mewujudkan perekonomian daerah yang berbasis pada agropolitan dengan sumber daya yang bersifat potensial andalan dan unggulan.
  3. Mewujudkan otonomi daerah bersendikan tata pemerintahan yang baik (good governance), demokratis dan bertanggung jawab dan didukung oleh profesionalitas aparatur serta bebas dari praktek Korupsi, Kolusi, Nepotisme.
  4. Mewujudkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana yang menunjang pembangunan wilayah, penyediaan pelayanan dasar dan pertumbuhan ekonomi daerah yang ditandai dengan semakin terpenuhi dan meratanya kebutuhan sarana dan prasarana sosial dasar di seluruh wilayah kabupaten klaten.
  5. Mewujudkan kehidupan sosial budaya yang sejahtera, aman, dan damai yang ditandai dengan meningkatnya kesadaran dalam melaksanakan peraturan perundang-undangan, mantapnya kehidupan masyarakat dan penegakan HAM, tercukupinya kebutuhan dasar masyarakat dan semakin meningkatnya kesejahteraan sosial.
  6. Mewujudkan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang lestari dan bersinar, yang ditandai dengan meningkatnya kualitas pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Sedangkan Pembangunan Kawasan Perdesaan merupakan bagian yang sangat penting yang merupakan bagian dari amanat Undang-Undang yang harus dilaksanakan yang guna untuk kesejahteraan masyarakat, agar tercapai sebuah tujuan Pembangunan Kawasan Perdesaaan meliputi:

  1. Percepatan dan meningkatkan kualitas pelayanan, pengembangan ekonomi dan atau pemberdayaan masyarakat desa melalui pendekatan partisipatif.
  2. Pengintegrasian berbagai kebijakan, rencana program, dan kegiatan para pihak pada kawasan yang ditetapkan.
  3. Terwujudnya Desa berkelanjutan yang berbasis pada potensi sumber daya sosial budaya lokal dan daerah.
  4. Pengembangan potensi atau pemecahan masalah kawasan perdesaan.
  5. Pembangunan berkaitan desa-kota melalui pengembangan kegiatan perekonomian hulu-hilir dan industrialisasi perdesaan khususnya di desa-desa yang telah berkembang dan mandiri yang terkait dengan industri di pusat-pusat-pusat pertumbuhan terdekat.

 

C.  Landasan Hukum

  1. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
  2. Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.
  3. Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.
  4. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan.
  6. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 Tentang Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja negara.
  8. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
  9. Peraturan presiden Nomor 2 Tahun 2015 Tentang rencana Pembangunan Jangka Menengah nasional tahun 2015-2019.
  10. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2015 tentang Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
  11. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan transmigrasi Nomor 6 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementrian dan Tata Kerja Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
  12. Peraturan Menteri Des, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 5 Tahun 2016 Tentang Pembangunan Kawasan Perdesaan.
  13. Peraturan daerah Kabupaten Klaten Nomor 7 Tahun 2009 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Klaten Tahun 2005-2025.
  14. Peraturan Daerah Kabupaten Klaten Nomor 5 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Klaten Tahun 2016-2021.

 

 

 

 

BAB II

DESKRIPSI KONDISI KAWASAN PERDESAAN

 

 

A.  Fisik Dasar

Desa Balerante, Bumiharjo, dan Sidorejo merupakan beberapa desa yang berlokasi  di Kecamatan Kemalang yang terletak di lereng Gunung Merapi yang menyimpan potensi pemandangan alam (view) yang menarik untuk dijadikan obyek wisata yang tergabung dalam kawasan Perdesaan Berbasis “Wisata Alam Lereng Merapi“ yang merupakan desa-desa terpencil dan tertinggal yang memiliki potensi pemandangan alam dan sumber mata air dan dapat dikembangkan menjadi cluster pariwisata (wisata alam, wisata budaya, wisata religi   agrowisata dan wisata kuliner) yang direncanakan bisa mendongkrak perekonomian di sekitar kawasan perdesaan.

Menilik sejenak bahwa proses pembangunan kawasan berbasis  Wisata Lereng Merapi ini dimulai dari usulan Pemerintah Desa yang selanjutnya Pemerintah Kabupaten Klaten melakukan inventarisasi dan identifikasi mengenai wilayah, Potensi ekonomi, mobilitas Penduduk serta Sarana dan Prasarana Desa sebagai usulan penetapan Desa sebagai lokasi Pengembangan Kawasan Perdesaan di Kabupaten Klaten.

Hasil kajian Pemerintah Kabupaten Klaten dan tenaga ahli telah ditetapkan 3 desa (Desa Balerante, Bumiharjo, dan Desa Sidorejo) Kecamatan Kemalang sebagai lokasi Pembangunan Kawasan Perdesaan dengan tema  “Wisata Alam Lereng Merapi“.

Secara garis besar pengusulannya dapat digambarkan sebagai berikut:

PROSES PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

 

Kondisi Tiga (3) Desa di kawasan perdesaan berbasis “Wisata Alam Lereng Merapi” Kecamatan Kemalang merupakan wilayah pegunungan, yang terletak berbatasan dengan Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman dan Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali. Disamping itu potensi ketiga desa di kawasan “Wisata Alam Lereng Merapi”  adalah wisata alam, wisata budaya, wisata religi   agrowisata dan wisata kuliner. Secara detail dapat diuraikan sebagai berikut:

 

  1. Desa Balerante
    1. Batas Wilayah

Letak Desa Balerante adalah :

  • Sebelah Utara : Taman Nasional Gunung Merapi
  • Sebelah Timur : Kali Woro
  • Sebelah Selatan : Desa Panggang
  • Sebelah Barat : DIY ( Desa Glagaharjo )

Secara geografis Desa Balerante Kecamatan Kemalang terletak pada ketinggian 900-1100 mdl banyaknya curah hujan 50 mm/th (R50mm), dan suhu udara rata rata 270 C.

 

  1. Luas Wilayah

Luas Desa Balerante Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten: 831.1230 Ha. yang terbagi dalam 2 wilayah kadus, 8 RW dan 17 RT, adapun nama nama dusun yang ada di Desa Balerante adalah :

NO

DUSUN

RT

RW

KETERANGAN

1

Sambungrejo

01

01

Kadus I

2

Ngipiksari

02

01

Kadus I

3

Ngelo

02

01

Kadus I

4

Sukorejo

03

02

Kadus I

5

Gondang

04

02

Kadus I

6

Karangrejo

04

02

Kadus I

7

Balerante

05

04

Kadus I

8

Banjarsari

06

03

Kadus I

9

Balerante

07

03

Kadus I

10

Balerante

08

04

Kadus I

11

Balerante

09

05

Kadus I

12

Bendorejo

16

05

Kadus I

13

Kaligompyong

10

06

Kadus II

14

Bendosari

11

06

Kadus II

15

Pusung

12

07

Kadus II

16

Tegalweru

13

07

Kadus II

17

Tegalweru

14

08

Kadus II

18

Guwosari

15

08

Kadus II

19

Tegalweru

17

07

Kadus II

 

  1. Peruntukan Lahan

Luas Desa Balerante Sebesar : 831.1230 Ha terbagi menjadi :

NO

PERUNTUKAN

LUAS

KETERANGAN

1

Tanah Pekarangan

111.6970

Ha

2

Pekuburan/makam

0.7200

Ha

3

Kas Desa

15.6450

Ha

4

Jalan

20.000

Ha

 

Luas Tanah Kas Desa

NO

PERUNTUKAN

LUAS

KETERANGAN

1

Bengkok

22.7912

 

2

 

 

 

3

 

 

 

4

 

 

 

 

Tanah Bengkok Perangkat Desa

NO

PERUNTUKAN

LUAS

KETERANGAN

1

Bengkok Kepala Desa

9.3250

Ha

2

Bengkok Sekretaris Desa

1.2472

Ha

3

Bengkok Kasi Pemerintahan

2.1265

Ha

4

Bangkok Kasi Kesra dan Pelayanan

3.1850

Ha

5

Bengkok Kaur Perencanaan dan TU

2.8025

Ha

6

Bengkok Kaur Keuangan

1.0500

Ha

7

Bengkok Kepala Dusun I

1.0500

Ha

8

Bengkok Kepala Dusun II

2.0050

Ha

 

  1. Jumlah Penduduk
  • Jumlah Kepala Keluarga : 646 KK
  • Jumlah Penduduk menurut jenis kelamin
  • Laki – laki           :  012  jiwa
  • Perempuan :  017  jiwa

Jumlah Penduduk      :  2.029 jiwa

  • Jumlah Penduduk Menurut Agama

NO

AGAMA

JUMLAH

LAKI-LAKI

PEREM-PUAN

1

Islam

2018

1006

1012

2

Kristen

5

2

3

3

Katholik

6

4

2

4

Hindu

0

0

0

5

Budha

0

0

0

6

Khonghucu

0

0

0

 

TOTAL

2029

1012

1017

 

  • Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian

NO

MATA PENCAHARIAN

JUMLAH

LAKI-LAKI

PEREM-PUAN

1

Belum/Tidak Bekerja

602

320

282

2

Mengurus Rumah Tangga

116

0

116

3

Pelajar/Mahasiswa

101

50

51

5

Pegawai Negeri Sipil (PNS)

3

3

0

9

Petani/Perkebunan

609

303

306

15

Karyawan Swasta

46

30

16

16

Karyawan Bumn

1

1

0

18

Karyawan Honorer

1

0

1

19

Buruh Harian Lepas

133

94

39

20

Buruh Tani/Perkebunan

276

128

148

23

Pembantu Rumah Tangga

1

0

1

30

Tukang Jahit

1

0

1

36

Seniman

1

0

1

65

Guru

3

1

2

73

Bidan

1

0

1

74

Perawat

1

0

1

81

Sopir

5

5

0

84

Pedagang

7

3

4

85

Perangkat Desa

5

4

1

86

Kepala Desa

1

1

0

88

Wiraswasta

112

69

43

89

Lainnya

3

0

3

 

TOTAL

2029

1012

1017

  • Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

No

Kategori Kelompok

Jumlah

Laki-laki

Perem-puan

1

Tidak / Belum Sekolah

527

241

286

2

Belum Tamat SD/Sederajat

128

67

61

3

Tamat SD / Sederajat

846

429

417

4

SLTP/Sederajat

331

169

162

5

SLTA / Sederajat

174

96

78

6

Diploma I / II

6

3

3

7

Akademi/ Diploma III/S. Muda

6

2

4

8

Diploma IV/ Strata I

8

4

4

9

Strata II

0

0

0

10

Strata II

0

0

0

 

Belum Mengisi

3

1

2

 

TOTAL

2029

1012

1017

 

  • Jumlah Penduduk Menurut Penderita Cacat

NO

PENDERITA CACAT

JUMLAH

KETERANGAN

1

Tubuh

1

Orang

2

Netra

2

Orang

3

Mental

5

Orang

 

  • Jumlah Penduduk Menurut Umur

No

Kategori Kelompok

Jumlah

Laki-laki

Perem-puan

1

0 - 1

42

26

16

2

2 – 4

87

47

40

3

5 – 9

168

81

87

4

10 – 14

168

86

82

5

15 - 19

135

69

66

6

20 - 24

144

75

69

7

25 - 29

177

89

88

8

30 - 34

190

90

100

9

35 - 39

191

102

89

10

40 - 44

157

85

72

11

45 - 49

114

63

51

12

50 - 54

81

39

42

13

55 - 59

97

41

56

14

60 - 64

87

38

49

15

65 - 69

81

35

46

16

70 - 74

49

26

23

17

75 - 100

48

18

30

 

BELUM MENGISI

13

2

11

 

TOTAL

2029

1012

1017

           
  1. Kondisi Bangunan Dan Sarana Umum
  • Kantor Pemerintahan Desa

NO

NAMA BANGUNAN

UKURAN

KONDISI

KET

1

Balai Desa

20 x 15 m

Baik

 

2

Kantor Desa

12 x 10 m

Baik

 

3

Balai Dusun

 

 

Tidak ada

4

Balai RW

 

 

Tidak ada

 

  • Sarana Tempat Ibadah

NO

SARANA TEMPAT IBADAH

JUMLAH

KET

1

Masjid

8

Buah

2

Mushola

2

Buah

3

Gereja

 

Buah

4

Vihara

 

Buah

 

  • Sarana Kesehatan

NO

SARANA KESEHATAN

JUMLAH

KET

1

Rumah Sakit

-

-

2

Puskesmas

-

-

3

PKD

1

Buah

4

Polindes

1

Buah

5

Posyandu

5

Kelompok

 

  • Sarana Pendidikan

NO

SARANA KESEHATAN

JUMLAH

KET

1

Play Group

1

Buah

2

TK

2

Buah

3

SD/MI

1

Buah

4

SMP

-

-

5

SMA

-

-

 

  • Sarana Olahraga

NO

SARANA KESEHATAN

JUMLAH

KET

1

Kolam renang

-

Buah

2

Lapangan Sepak bola

2

Buah

3

Lapangan Bulu tangkis

1

Buah

4

Lapangan Voly ball

2

Buah

5

Tenis Meja

1

Buah

 

  • Sarana Kesenian

NO

SARANA KESEHATAN

JUMLAH

KET

1

Gedung pertunjukan

 

Tidak ada

2

Studio

 

Tidak ada

3

 

 

 

 

  • Sarana Pemakaman Umum

NO

SARANA KESEHATAN

JUMLAH

KET

1

Makam Dusun I

1

Buah

2

Makam Dusun II

1

Buah

3

 

 

 

 

  • Sarana Jembatan, Jalan dan Irigasi

NO

SARANA KESEHATAN

JUMLAH

KET

1

Jalan Poros Desa

 

 

2

Jembatan Desa

1

Buah

3

Gorong-gorong

3

Buah

4

Sumur dalam

1

Buah

5

 

 

 

 

  1. Perekonomian
  • Industri dan Perdagangan

NO

SARANA KESEHATAN

JUMLAH

KET

1

Handycraf

 

Buah

2

Mebelair

 

Buah

3

Mini Market

 

Buah

4

Toko Bangunan

 

Buah

5

Toko Kelontong

 

Buah

 

  • Koperasi

NO

NAMA

JUMLAH

KET

1

-

-

-

2

-

-

-

3

-

-

-

4

-

-

-

 

 

 

  • Jasa

NO

NAMA

JUMLAH

KET

1

Mantri

-

-

2

Bengkel Mobil

-

-

3

Bengkel Sepeda Motor

1

orang

4

Counter HP

2

Orang

5

Foto Copy

-

 

6

Angkutan

20

Orang

 

 

  1. Organisasi
  • Kelompok Tani

NO

NAMA

ALAMAT

ANGGOTA

1

 

 

 

2

 

 

 

3

 

 

 

4

 

 

 

5

 

 

 

6

 

 

 

 

 

  • Sosial Masyarakat

NO

NAMA

ALAMAT

ANGGOTA

1

Karang Taruna

Balerante

120 Orang

2

PMK

Balerante

45 Orang

3

POKDARWIS

Balerante

25 Orang

4

OPRB

Balerante

50 rang

 

  1. Obyek Wisata

NO

NAMA

ALAMAT

KET

1

WISATA  KALITALANG

Balerante

AKTIF

2

 

 

 

 

 

 

  1. Stakeholder
  • BPD
  • Perangkat Desa
  • PKK
  • BUMDesa
  • LMD
  • Karang Taruna
  • Kelompok Tani
  • Tokoh Masyarakat (RT,RW, Tokoh agama,Pengusaha)
  • POKDARWIS

 

  1. Potensi Strategis

Desa Balerante Kecamatan Kemalang adalah Desa yang masuk dalam Kawasan Rawan Bencana tiga (KRB 3) erupsi gunung Merapi namun demikian Desa Balerante memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan salah satu diantaranya adalah pengembangan wisata alam merapi yang saat ini sudah dilakukan oleh POKDARWIS Desa balerante dengan mengelola wisata KALITALANG yang didalamnya juga banyak usaha mikro masyarakat yang bisa kembangkan lagi diantaranya adalah batik balerante, dan berbagai macam makanan olahan warga Desa Balerante.

 

  1. Kondisi Perekonomian

Keuangan Desa Balerante berasal dari :

  1. APBDes rata-rata pertahun    : Rp.1.000.000.000,00
  2. PADes rata-rata pertahun      : Rp.   90. 000.000,00
  3. ADD rata-rata pertahun        : Rp.   300.000.000,00 
  4. DD rata-rata pertahun          : Rp.   800.000.000,00
  5. Swadaya rata-rata pertahun  : Rp.   50.000.000,00  

 

 

  1. Transportasi / Akses

Transportasi Di Desa Balerante semuanya ditempuh dengan jalur darat sedangkan untuk menuju ke Kecamatan Kemalang dapat ditempuh melalui beberapa jalur diantaranya :

  1. Lewat Desa Sidorejo – jarak 8 km
  2. Lewat Kecamatan Manisrenggo – jarak 15 km
  3. Lewat Kendalsari – jarak 8 km

 

Kondisi  jalan berupa sebagian jalan aspal dan jalan beton untuk menuju ke Kecamatan maupun ke Kabupaten, untuk yang jalan beton rata – rata masih bagus karena bangunan baru, namun yang jalan aspal sudah banyak yang rusak yang diakibatkan banyaknya truk galian C yang melebihi tonase

Sedangkan jarak antar Desa dari dari Desa Balerante adalah :

  1. Balerante – Sidorejo : 3 km
  2. Balerante – Bumiharjo : 5 km
  3. Balerante – Kecamatan : 8 km
  4. Balerante – Kabupaten : 14 km

 

 

 

  1. Desa Bumiharjo

Desa Bumiharjo merupakan salah satu Desa  di Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten yang wilayahnya terdiri dari 10 Dukuh (Demen, Surowono Lor, Surowono Kidul, Pusung, Tamanharjo, Glonggong, Bumiharjo, Tirtomoyo, Ngrancah, Banjarsari) secara administrasi Desa Bumiharjo terdiri dari 6 rukun Warga dan 21 Rukun Tetangga. Luas Desa bumiharjo adalah 351 Ha, jumlah penduduknya 2117 jiwa, dengan mata pencaharian mayoritas adalah petani, peternak dan buruh. Adapun produk unggulannya adalah durian, nangka dan rambutan. Bumiharjo yang terletak di lereng Gunung Merapi juga menyimpan potensi pemandangan alam (view) yang menarik untuk dijadikan obyek wisata.

  1. Batas Wilayah Desa Bumiharjo adalah :
  • Sebelah Utara : Berbatasan Dengan Desa Tlogowatu dan Sidorejo
  • Sebelah Selatan : Berbatasan Dengan Desa Dompol
  • Sebelah Barat : Berbatasan Dengan Desa Kendalsari
  • Sebelah Timur : Berbatasan Dengan Desa Tangkil

 

  1. Luas Wilayah

Luas Desa Bumiharjo Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten 351.9285 KM2. Yang terbagi dalam 3 wilayah kadus, 6 (enam) RW dan dibagi 21 (dua puluh satu ) RT. Adapun nama-nama dukuh yang ada di desa Bumiharjo adalah sebagai berikut:

No

Dukuh

RW

RT

Ket

1

Demen

1

 

Kadus I

2

Surowono Lor

1

 

Kadus I

3

Surowono Kidul

2

 

Kadus I

4

Pusung

2

 

Kadus I

5

Tamanharjo

3

 

Kadus II

6

Glonggong

3

 

Kadus II

7

Bumiharjo

4

 

Kadus II

8

Tirtomoyo

5

 

Kadus III

9

Ngrancah

6

 

Kadus III

10

Banjarsari

6

 

Kadus III

 

  1. Struktur Pemerintahan Desa Bumiharjo

NO

Nama

Jabatan

Pendidikan

1

Agus Marwan Sugondo

Kepala Desa

SLTA

2

Sukana

Sekretaris Desa

SLTA

3

Tuwuh Windadi

Kaur Perencanaan

S1

4

Siti Sholikah

Kaur Keuangan

D3

5

Danang Ismoyo

Kasi Pelayanan

S1

6

Sumarmo

Kasi Pemerintah

SLTP

7

Lasono

Kadus I

SLTP

8

Lasinu

Kadus II

SLTA

9

Damai

Kadus III

SLTP

 

 

 

  1. Struktur BPD

No

Nama

Jabatan

Pendidikan

1

Wariman Harto Wardoyo

Ketua

SLTA

2

Sujiharno

Wakil Ketua

S1

3

Agus Sugroho

Sekertaris

SLTA

4

Data

Anggota

SLTA

5

Maryanto

Anggota

SLTA

6

Sardi

Anggota

SLTA

7

Suranto

Anggota

SLTA

 

  1. Potensi Obyek Wisata

Desa Bumiharjo memiliki potensi destinasi wisata yang meliputi :

<t

No

Nama

Keterangan

Dukuh

1

OW Selo Rembulan

OW Religi

Glonggong

2

Komentar atas Pembangunan Kawasan Perdesaan

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Sistim Informasi Desa ( SID ) Desa Balerante

© 2006-2016 Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) yang digunakan dalam situs ini dibangun oleh 'Lumbung Komunitas" dari COMBINE Resource Institution sejak 2009. Sistem ini dikelola dengan merujuk pada lisensi GNU GENERAL PUBLIC LICENSE Version 3

Peta

Lokasi Balerante

tampilkan dalam peta lebih besar