Sejarah dan Legenda Desa Balerante

Balerante 30 April 2014 17:20:39 WIB

Nama Desa Balerante mendadak menjadi buah bibir seiring terjadinya erupsi Gunung Merapi 2010 lalu. Balerante merupakan satu-satunya desa di Kabupaten Klaten yang luluh lantah akibat diterjang awan panas atau wedhus gembel yang dimuntahkan gunung berapi teraktif di dunia itu. Sesaat setelah diterjang awan panas, desa yang berjarak sekitar empat kilometer dari puncak Gunung Merapi itu menyerupai desa mati yang tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan.

Namun, pernahkah pembaca berpikir bagaimana asal-muasal penamaan dari salah satu desa di Kecamatan Kemalang, Klaten ini? Ditinjau dari etimologi bahasa, Balerante terdiri atas kata bale dan rante. Menurut Bapak Hadi wiharjo ( Mantan Kepala Dusun ) di Balerante kata bale berasal dari kata bale-bale yang artinya tempat atau papan yang biasa digunakan untuk tiduran. Sementara kata rante bermakna rantai. Dengan begitu, Balerante berarti rantai yang terletak di atas bale-bale.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, dahulu kala hidup seorang petani di sebuah hutan belantara di lereng Gunung Merapi. Untuk menyambung hidupnya, petani itu mengandalkan hasil cocok tanam di lereng Gunung Merapi. Di pekarangan rumahnya, petani itu mencoba menanam ketela. Akan tetapi, ketela yang ditanam petani tersebut tidak seperti ketela pada umumnya. Ketela itu tumbuh terlalu subur dan merambat di atas gundukan tanah menyerupai bale-bale.
Hal yang tak kalah mengherankan adalah tumbuhan itu menghasilkan buah ketela yang cukup besar. ”Ketela itu tumbuh sebesar beduk yang biasa terdapat di masjid-masjid. Warga sekitar belum pernah melihat ketela sebesar itu,” kata pak Hadi Wiharjo

Merasa penasaran dengan buah ketela yang ditanamnya, petani itu kemudian bermaksud mengolahnya menjadi makanan. Namun, betapa kagetnya petani itu tatkala membelah buah ketela itu. Di dalam ketela itu terdapat sebuah rantai besi yang cukup kuat. Menurut Hadi Wiharjo, rantai itu kemudian dibawa oleh seorang tokoh dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. ”Sejak peristiwa itu, warga menyebut tempat tinggal petani itu sebagai Balerante hingga sekarang,”

 

 

 

Ditulis oleh : Jainu ( Kaur Pemerintahan Balerante )

Komentar atas Sejarah dan Legenda Desa Balerante

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silahkan datang / hubungi perangkat desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Lokasi Balerante

tampilkan dalam peta lebih besar

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Sistim Informasi Desa ( SID ) Desa Balerante

© 2006-2016 Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) yang digunakan dalam situs ini dibangun oleh 'Lumbung Komunitas" dari COMBINE Resource Institution sejak 2009. Sistem ini dikelola dengan merujuk pada lisensi GNU GENERAL PUBLIC LICENSE Version 3

Peta